PEMBUAT EKTASY OPLOSAN BERHASIL DIUNGKAP SAT RESNARKOBAPOLRES OKU TIMUR

MARTAPURA – Tergiur dengan keuntungan yang lebih besar, membuat tersangka Neko Efrizal (33) warga Desa Sukaraja Kecamatan Buay Madang, OKU Timur. Nekat memproduksi ektasy oplosan.

Berkat kesegiapan anggota Sat Res Narkoba Polres OKU Timur, sepak terjang tersangka Neko yang merupakan resedivis kambuhan dalam kasus Narkoba ini berhasil diungkap.  

Tersangka Neko ditangkap saat sedang berada di rumahnya. Penangakapan terhadap tersangka dipimpin oleh Kasat Narkoba Iptu Bondan Try Hoetomo, STK, SIK, MH, pada Selasa (05/04/2022) pukul 16.00 Wib.

Kapolres OKU Timur  AKBP Nuryono, SIK, SH, MM, didampingi Wakapolres Kompol Haris Munandar Hasyim, SH,  SIK, Kasat Narkoba Iptu Bondan Try Hoetomo, STK, SIK, MH, Kasi Humas Iptu Edi Arianto, pada Senin (11/04/2022), mengatakan, Sat Res Narkoba Polres OKU Timur berhasil membekuk tersangka pembuat ektasy, yang merupakan seorang resedivis kambuhan.

Selain berhasil membekuk tersangka polisi juga berhasil menyita Barang Bukti berupa 90 butir ektasy yang diduga oplosan. Home industri ektasy yang dibuat dengan peralatan sederhana, dengan bahan anvitamin logo V dan kasus ini terus dikembangkan,katanya.

“Sekarang anggota kita masih mengembangkan ungkapan kasus pembuat ektasy yang diduga oplosan,”terangnya.

Selain itu hasil ungkap kasus selama dua minggu sebanyak 11 Laporan Polisi, dengan jumlah tersabgka 14 orang. Dari 11 Laporan Poliai Baranf Bukti yang disita berupa sabu 29 gram, ganja 193 gram, ektasy 90 butir.

Sementara tersangka Neko Efrizal, mengaku terinpirasi membuat ektasy setelah dirinyo rutin menonton video tentang pembuatan ektasy di youtube. Setelah menonton video tentang cara membuat ektasy lalu dia praktekkan. Ektasy produksinya bisa dicetak dengan bagus meskipun menggunakan alat seadanya.

Sedangkan untuk ektasy yang diproduksinya, bahan yang digunakan berupa bodrex, inza flu, paracetamol, M150, OBH, pewarna makanan warna kuning. Setelah dicetak lalu ektsy itu dikeringkan di atas Stavol maupub travo, jelasnya.

“Saya baru produksi, belum sempat jual ektasy rencananya akan dijual di acara Orgen dengan haga Rp150 ribu perbutir” ungkapnya.